Aturan kelompok vs kehendak bebas
Di dalam satu kelompok, kita terikat oleh aturannya. Kita mengenal berbagai aturan seperti AD/ART, dan aturan lain guna kelompok yang terorganisasi. Tentu saja anggota akan terikat oleh aturan itu, aturan kelompok.
Hal yang paling membuat gerah dari aturan kelompok adalah apabila aturannya tak sesuai dengan kita. Aturannya memenjarakan, menali, dan membatasi. Apalagi bila kita telah mengajukan masukan yang menurut kita baik. Setidaknya seperti itu pikiran manusiawi yang cenderung ingin bebas tanpa aturan dan atau anggota yang memberikan masukan namun tak diindahkan.
Mari kita berdialog, antara "aturan kelompok" melawan "kehendak bebas pribadi." Dimana titik temunya?
Aturan kelompok dibangun guna kelompok yang terorganisasi. Agar kelompok dapat mencapai tujuannya. Tanpa aturan kelompok, kelompok itu akan seperti gerombolan manusia tanpa arah. Walaupun kelompok manusia seperti itu hampir tak pernah ada. Karena dimana pun, kelompok selalu memiliki aturan.
Adapun kehendak bebas adalah sikap alamiah. Natural. Insting. Saya rasa tiap orang ingin memiliki kehendak bebas. Walaupun kebebasan orang perlu dibatasi agar kebebasannya tidak mengganggu kebebasan orang lain. Lagi pula tak pernah ada manusia yang benar-benar bebas. Ia selalu berada di dalam aturan, baik skala kecil atau skala besar.
Baik, titik temunya adalah kelompok perlu mendengar masukan anggota. Mencermati ide dan gagasan anggota kelompoknya. Sedangkan anggota perlu bersabar dalam kelompok, termasuk memberikan masukan. Berkelompok adalah konsekuensi manusia berakal dan bercita-cita peradaban, maka berkelompok menjadi niscaya. Sedangkan keinginan manusia untuk berkehendak bebas, diperbolehkan selagi berada di dalam koridor hukum Tuhan.
Komentar
Posting Komentar