Postingan

Kutipan kepala KAF Gedebage (Jumat, 27 Agustus 2021)

Jika gurunya berhati "keruh", mustahil muridnya "jernih" Jaga agar air jernih tetap jernih hingga anak didik kita berproses jernih Mustahil bisa mengurus yang besar, bila belum selesai mengurus yang kecil Seringkali cita-cita besar dan mulia, rusak karena dunia Anak adalah pelanjut visi besar ayah

Kutipan Ceramah Kepala KAF Gedebage (Senin, 2 Agustus 2021)

Ruh suatu lembaga ada pada angkatan awalnya. Angkatan baru dapat menyamai ilmu, namun tak dapat menyaingi ruh dan pengalaman angkatan lama.  Suatu saat, kepemimpinan akan berganti. Siapkan diri.  Suatu saat boleh jadi dari anak-anak kandung kita atau anak didik kita, terbangun pribadi shalih yang memimpin dengan keadilan teriring kemakmuran.  Berdoalah untuk memenuhi keperluanmu, karena Allah SWT maha mendengar maha mengabulkan. 

Puisi Guru : Guru Aku Muridmu

Guru aku muridmu, Yang bertemu denganmu enam jam setiap hari lima hari dalam seminggu, atau 240 jam dalam setahun. Guru aku muridmu, Yang kutahu engkau amat sibuk di pagi hari hingga tak sempat sarapan. Guru aku muridmu, Yang kau ajari aku 1+1 = 2. Kudengar angka itu menjadi algoritma yang rumit untuk menciptakan sesuatu. Guru aku muridmu, Yang kauajari garis dan warna. Kudengar garis dan warna dapat berwujud lukisan maha indah yang dihargai tinggi oleh pecinta seni bercitarasa tinggi. Guru aku muridmu, Yang kau ajari menulis huruf A, B, C, D, Kudengar huruf2 itu dapat menjadi susunan frasa yang indah dan bernas, manfaat dan berkesenian. Guru aku muridmu, yang setiap saat kauteladani sikap dan akhlak terhormat. Kudengar sikap dan akhlak itu menjadikan manusia mulia. Guru, aku adalah bibit, Aku adalah tunas, Aku adalah goresan kuat yang kau buat. Sanjungan untukmu guruku, Yang tulus ikhlas mendidik kami, Yang bersabar mendidik kami, Yang gigih memperjuangkan kecerdas...

Kenapa Dulu Tak Segera Menikah?

Bismillah, ini bukan keluhan hanya cerita pengalaman kemarin sebelum nikah. Sebetulnya keinginan menikah sudah ada sejak tahun 2015. Pada waktu itu saya masuk tingkat 3 di kampus. Pada waktu itu dorongan untuk memiliki pasangan sudah tumbuh. Mungkin karena faktor internal semisal alamiah atau hormonal. Mungkin juga dipengaruhi faktor eksternal semisal sering membaca buku pernikahan, kajian pranikah, tontonan youtube, diskusi, dan seterusnya. Atau mungkin juga keinginan menikah muncul karena faktor internal dan eksternal yang saling melengkapi. Subhanallah, dan alhamdulillah, keinginan itu Allah jaga hingga tak terlalu dalam terjerumus kepada kemaksiatan. Semoga Allah mengampuni kemaksiatan yang disengaja atau yang tak disengaja. Waktu berjalan hingga tahun 2017, keinginan itu semakin besar. Tapi keinginan hanya sebatas keinginan, rasanya sudah mentok karena tidak bisa terpenuhi karena banyak faktor. Faktor itu kalau saya kerucutkan hanya karena satu faktor saja yakni TAKUT. Takut ...

Smile On March

SOM? (21 Maret 2018) Bismillah. Tulisan ini saya niatkan sebagai tulisan pertama dari “SOM”. Singkat cerita di tahun 2016 saya membuat program untuk diri saya sendiri yang diberi nama Stress On May (SOM). Saat itu saya dalam kondisi mengerjakan skripsi, ingin menikah, persiapan bekerja, menjalankan amanah kampus, dan beberapa aktivitas lain. Sungguh kondisi yang sejujurnya tidak nyaman untuk saya sendiri. Rasanya seperti penuh dengan tekanan. Pasalnya, satu sisi skripsi belum selesai padahal waktu kuliah sudah hampir lima tahun. Sedangkan orang tua dan keluarga menuntut untuk segera lulus. saya tidak faham apa penyebabnya skripsi tidak jalan-jalan, melainkan dua hal saja. Pertama, hidup saya berantakan dan kedua, saya ingin menikah. Hidup yang berantakan dan keinginan menikah semakin menguat di diri saya. Seolah-olah mengambil seluruh energy yang saya miliki. Saya tidak fokus mengerjakan skripsi dan menjalankan kehidupan. Itu betulan. Misalnya saja ibadah saya kacau,...

Sajak : Rindu

Dulu aku merindukan bulan saat siang dan mentari saat malam, kini siapa lagi yang kurindukan selain engkau, sayang? Dulu kurindukan keramaian saat sendiri dan ketenangan saat riuh, kini saat ramai dan senyap siapa lagi yang kurindukan selain engkau, cinta? Dulu aku menantikan jam ngantor saat pagi dan jam pulang saat senja, kini siapa lagi yang kurindukan setiap saat selain engkau, dinda? Mohon izin merinduimu, sayang, karena rindu ini menyeruak dalam hatiku. Kutelaah, rupanya cintaku padamu telah dalam sehingga rindu seringkali tak mau diam. Dulu aku bersajak karena prasangka atau kisah teman yang sedang jatuh cinta, kini aku bersajak untuk wujud engkau yang ada dalam mata dan jiwa. Dulu aku menanti seperti penantian pada buka puasa di bulan ramadhan, kini penantian untuk bertemu denganmu telah usai. Mohon izin untuk merinduimu, sayang, karena rindu itu sesak. Jangan bosan saat kutanya, "kapan pergi?", "kapan pulang", karena rindu dalam hatiku ini dapat ten...

Sakinahku bersamamu

Untuk istriku Risa Nurul Fuadah “Semoga jadi keluarga sakinah mawaddah mawarahmah ya” Begitu kita-kira kebanyakan doa yang dipanjatkan orangorang sekeliling kita. Tentu saja kita aminkan dengan tulus. Sakinah mawaddah wa marahmah merupakan salah satu tujuan menikah. Saat ini aku ingin bercerita tentang sakinah, tentang ketenangan, ketentraman, sejuk hati yang kurasakan. Sakinah yang kudapati sejak menjadi suamimu. Menurutku, rupanya mencapai sakinah itu tidak perlu menunggu waktu bertahun-tahun. Segera sejak ijab qobul dibacakan, sejak saat itu pula sakinah dapat dirasakan. Insyallah sebagaimana yang aku rasakan sejak ijab qobul aku bacakan. Sayangku, Sakinahku bersamamu yakni aku bersyukur bahwa Allah telah mempertemukanku dengan pasangan hidup dan pasangan surgaku. Sakinahku bersamamu yakni diterima dengan lapang dada orang seorang perempuan, engkau yang menerima pinangan seorang lelaki biasa sepertiku. Sakinahku bersamamu yakni aku mengetahui bahwa engkau muslimah...