Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Layar - Terbang - Kayuh

Jika engkau berlayar di lautan, kau akan temui ombak bergelombang. Jika engkau terbang, kau akan temui angin berhembus kencang. Jika engkau mengayuh, Kau kan temui kerikil dan dinding penghalang.

Surat untuk calon istriku (12) : Jalan dalam Gelap

Apakah kau tahu bahwa berjalan dalam gelap gulita malam ini membingungkan? Berjalan tanpa cahaya, lalu mulai menabrak barang dan dinding di samping kiri-kananmu. Sesungguhnya aku berjalan namun gusar.. Bagaimana aku akan menemukanmu jika mataku saja tak dapat melihat? Bagaimana aku bisa membimbingmu jika jalan saja tak kupandang? Sesungguhnya aku gusar namun kucoba berjalan.. Itulah mengapa telah terdengar sayup suaramu, Pada ujung jalan yang seyogyanya perlu segera kutemukan. Semoga engkau adalah cahaya, Sehingga aku tahu kemana aku melangkah, Membersamaimu telah membuatku senang, Selagi berjalan dalam terang.

Surat untuk calon istriku (11)

Bolehkah tak kusembunyikan inginku untuk bermanfaat bagi umat? Sehingga sangat mungkin sebagian waktuku terpakai di luar rumah. Bolehkah tak ku sembunyikan inginku mengajakmu berdakwah dan berlelah-lelah? Sehingga sangat mungkin tak ada waktu terlalu lama untuk bersantai. Bolehkah tak kutakut menyampaikan bahwa hidupku Allah yang punya? Sehingga bahwa umurku tak ada yang tahu, sedangkan aku ingin wafat dalam syahid.

Mencukupkan Pandangan

Suatu waktu seorang sahabat menatap seorang shahabiyah. Ia menatapnya lekat. Kejadian itu terlihat oleh ... Bagi seorang laki-laki dan perempuan secara umum, mencukupkan pandangan berarti menundukkan pandangan. Ia telah merasa cukup untuk melihat yang halal. Ia telah mengetahui bahwa melihat yang haram akan berdampak buruk bagi kehidupannya. Melepaskan pandangan memang merupakan kenikmatan. Hanya saja kenikmatan itu bentuknya sesaat. Kita melihat seseorang, lalu senang, setelah itu tak ada yang kita dapatkan, kecuali dosa. Berbeda dengan melihat yang halal. Setelah kita melihatnya, maka kita mendapatkan kebaikan dan pahala. Mencukupkan pandangan merupakan konsep yang perlu dijalani oleh sesiapa saja.

Pengalaman pertama nge-driver

Kemarin, 1 November 2017 jadi saat yang menarik untuk saya. Untuk pertama kalinya saya bersikap sebagai driver online. Bagi sebagian orang mungkin hal itu biasa, namun bagi saya, sesuatu yang baru, yang pertamakali, akan menjadi kesan dan pengalaman yang berharga. Ceritanya, adik sekaligus teman jadi driver online. Sudah sekitar empat atau lima bulan ini ia jadi driver. Ia habiskan sekitar 10 jam untuk menjelajahi jalanan kota Bandung. Dari pengalamannya itu, ia sering bercerita suka-duka nge-driver. Hal yang unik juga, ia jadi sering bercerita tentang hikmah, pelajaran, dan kedewasaan yang ia dapat dari proses mencari penghasilan itu. Terakhir, ia bercerita tentang penghasilan yang didapat dari nge-driver. Mendengar ceritanya, rupanya saya tertarik untuk jadi driver online. Namun keinginan saya tersendat karena proses pembuatan SIM tak kunjung selesai, terutama saat ujian simulator dan ujian praktek. Alhasil, SIM sebagai salah satu syarat jadi driver belum bisa saya penuhi. Dalam p...