Manusia sempurna

Tak ada manusia yang sempurna. Kita tahu fakta itu dari cermin atas diri kita. Lihat saja sejarah salah selama ini, lihat saja kekurangan kita, lihat saja kelemahan kita sebagai manusia.

Meskipun tak ada manusia yang sempurna, namun "kadar baik" manusia itu berbeda-beda. Ada yang kurang baik, cukup baik, baik, baik sekali, dan seterusnya. Kita sebagai manusia pun tak bisa menilai dengan sempurna, akan selalu ada pandangan cacat kepada orang lain. Oleh karena itu, penilaian terbaik atas amal kita dan amal orang lain dikembalikan kepada Allah azza wa jalla.

Boleh jadi, kita baik. Namun boleh jadi kita tak baik. Sesungguhnya merasa baik itu menjebak, menjerumuskan. Namun memaki diri juga bukan pilihan yang baik. Maka berusaha menjadi baik adalah titik temu antara keduanya.

Sesungguhnya, tak akan kita temui profil manusia sempurna. Tak akan. Kita hanya akan menemui manusia yang memiliki kekurangan dan kelebihan secara spesifik yang berbeda dengan orang lain. Pada titik ini kita mesti bersyukur karena Tuhan menciptakan manusia secara adil. Bukankah Allah maha adil? Tentu saja, Allah Al-Adl.

Saat kita bertemu dengan manusia, maka merendahlah. Maksud saya rendah hati, bukan rendah diri. Lalu percayalah. Percaya kepada Allah dan diri sebagai makhluk ciptaan Allah.

Sungguh takkan bertemu manusia sempurna. Yang ada hanya orang per orang yang saling melengkapi. Saling mengisi. Saling meluruskan. Saling membahagiakan.

Komentar

  1. Tentu saja manusia terbaik adalah Muhammad Rasulullah SAW. Apa yang saya tuliskan berlaku bagi manusia selain beliau. Apa yang saya tuliskan dimaksudkan kepada orang-orang selain para nabi dan rasul.

    BalasHapus
  2. Tentu saja manusia terbaik adalah Muhammad Rasulullah SAW. Apa yang saya tuliskan berlaku bagi manusia selain beliau. Apa yang saya tuliskan dimaksudkan kepada orang-orang selain para nabi dan rasul.

    BalasHapus

Posting Komentar