SSG 33 untuk 34
Sebetulnya tulisan ini berisi kode untuk seseorang. Hhe, cuma akan saya balut menjadi tulisan yang berlaku untuk banyak orang. Dan semoga yang terkode segera mengode balik. Hhe
SSG
Santri Siap Guna atau biasa disebut dengan SSG merupakan unit dan aktivitas di Daarut Tauhiid, Bandung. SSG dibentuk oleh Abdullah Gymnastiar yang juga merupakan pembina Yayasan Daarut Tauhiid (DT). Sesuai namanya, SSG diperuntukkan agar peserta menjadi pribadi yang siap berguna untuk umat seluas-luasnya. Karakter yang berusaha dibentuk berorientasi kepada karakter BAKU yakni baik dan kuat.
SSG 33
SSG diadakan dua atau tiga kali dalam setahun. Pada awal tahun 2017, SSG sudah mencapai angkatan 33. Pada angkatan itu saya mendaftar menjadi santri. Namun terkendala suatu hal akhirnya saya berhenti di pertemuan kedua (pertemuan setelah pradiklat).
Sejujurnya saya sejak lama ingin masuk SSG. Keinginan saya tumbuh sejak memasuki kuliah pada tahun 2012. Adalah kesibukan organisasi saya di kampus yang membuat saya belum sempat mengikuti SSG. Baru setelah lulus kuliah pada tahun 2017 saya bisa mengikuti SSG.
Kesan saya terhadap SSG sejak awal sudah mengagumkan. Mereka ditempa jadi pribadi yang berbeda dengan saat awal masuk. Mereka tangkas, rapi, bicara efektif dan efisien, rela berkorban, rapi, disiplin, mau membantu, murah senyum, berbadan tegap, kuat, dan seterusnya. Sungguh banyak sekali nilai positif dari SSG.
Pada SSG 33 ini dikabarkan merupakan SSG dengan jumlah terbanyak semenjak "krisis" DT tahun 2006. Jumlah total peserta yang mndaftar sebanyak 900-1000 orang. jumlah yang cukup fantastis bagi pesantren dalam merekrut santri umumnya. Sampai saat ini saya bangga bisa menjadi bagian kecil angkatan 33, meskipun tidak tamat.
SSG 34
Keinginan saya untuk menyelesaikan SSG belum padam. Saya mendaftar SSG kembali di angkatan 34. Angkatan ini cukup unik karena dilaksanakan selama dua bulan, berbeda dengan SSG sebelumnya yang berlangsung selama tiga bulan. Dengan waktu yang relatif singkat, dan keluangan waktu saya mantap mendaftar SSG 34.
Saat pradiklat, saya mengalami insiden (Hhe, bahasanya insiden. Gapapa lah). Insidennya yaitu saya direkomendasikan ikut pada pertemuan selanjutnya karena memiliki tekanan darah tinggi dan ada gejala vertigo. Komandan sendiri yang mengatakan bahwa saya tidak direkomendasikan untuk ikut kembali.
Namun saya melakukan lobi sehingga diperbolehkan mengikuti kembali jika kondisi bada sehat dan memiliki surat keterangan sehat dari dokter. Insyaallah pekan depan saya akan sehat dan memiliki surat sehat dari dokter.
SSG 33 untuk 34
"Cintailah produk dalam negeri". Begitulah kira-kira istilah yang disampaikan pelatih kepada santri. Tentunya sambil terkekeh-kekeh. Apa pasalnya? Karena maksud dari perkataan itu yakni "carilah jodoh dari alumni SSG lagi". Hhe
Maksud itu betul adanya. Santri rupanya direkomendasikan untuk memiliki jodoh alumni SSG lagi. Pasalnya agar pasangan memiliki sebagian karakteristik yang sama. Karakter tangguh pantang mengeluh, pantang menyerah, pantang jadi beban.
Saya sebagai peserta manggut-manggut aja. Hhe, toh saya belum memiliki jodoh. Sehingga tidak menutup kemungkinan dipertemukan dengan jodoh dari peserta alumni SSG. Hhe..
Yaaa, bagaimanapun jodoh Allah yang tahu. Dekat atau jauh adalah kehendak Allah untuk mempertemukan. Dengan siapapun jika sudah jodoh akan bertemu juga.
Ok cukup kodenya, saya sudah lumayan malu :D
Komentar
Posting Komentar