Surat untuk calon istriku (5)

Aku ingin mensejajarkan diri denganmu. Dengan keimanannmu, semangatmu, mimpimu. Setidaknya izinkan aku berusaha. Jikapun aku tak mampu mensejajarkan diri denganmu, setidaknya aku pernah mencoba. Wahai calon istriku, aku ingin menjadi pemimpin yang baik untukmu.

Wahai engkau, aku mendengar jika peran dan tanggungjawab seorang suami itu berat. Sungguh aku memiliki kekhawatiran tak bisa menjadi pemimpin yang baik untukmu. Sesungguhnya aku senantiasa belajar, InsyaAllah.

Wahai engkau, suatu waktu aku menyampaikan kekhawatiran kepada kakak perempuanku. Beliau mengatakan, "Aku melihatmu telah berusaha. Sesungguhnya keluarga adalah tempatmu untuk senantiasa belajar." Beliau menyampaikan itu sambil tersenyum karena katanya curhatanku lucu. InsyaAllah sesungguhnya aku akan terus belajar.

Komentar