Surat untuk calon istriku
Wahai engkau yang entah siapa, ini adalah surat pertamaku untukmu. Surat ini aku tulis agar kucicil pesan-pesan yang ingin kusampaikan kepadamu.
Wahai engkau calon istriku,
Sesungguhnya aku ingin kita dipertemukan dengan landasan iman. Demikian pula keluarga kita kelak dibangun dengan landasan iman. Semata-mata agar tujuan pernikahan kita hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam.
Wahai engkau calon istriku,
Ketahuilah bahwa aku begitu takut tak bisa menjadi pemimpin yang baik untukmu. Sejauh aku berusaha hingga saat ini, aku tetap takut tak dapat memberikan yang terbaik untukmu. Begitupula dengan iman yang rapuh ini. Apa justru aku menjerumuskanmu ke neraka? Nauzubillah. Insyaallah aku akan berusaha memberikan yang terbaik yang aku bisa untukmu, untuk surga kita.
Wahai engkau calon istriku,
Aku meyakini bahwa engkau tengah menjaga diri. Begitupula aku berharap kepada diriku sendiri. Sebelum kehalalan itu tiba, maka saling menjaga dan mempersiapkan diri adalah cara yang paling tepat untuk menyambut pernikahan.
Wahai calon istriku,
Dikatakan bahwa surganya seorang istri adalah ada pada ridho suaminya. Sungguh, jika aku memiliki ridho itu, akan aku berikan ridho untukmu segera. Sesaat setelah engkau menjadi istriku. Ketahuilah bahwa adanya engkau di sisiku adalah suatu karunia untukmu.
Wahai calon istriku,
Aku tak tahu sedang apa engkau kini. Semoga engkau ada dalam penjagaan Allah. Semoga engkau tengah bersiap membangun keluarga qurani, sakinah, mawaddah, wa rahmah, keluarga dakwah, keluarga berkah, keluarga pembangunan peradaban. Begitulah, bahwa rumah tangga kita adalah rumah tangga peradaban dan rumah tangga kebahagiaan dunia dan akhirat.
Wahai calon istriku,
Jaga baik-baik kesehatanmu.
Kelak, melalui kandungan dan perawatanmu akan tumbuh mujahid-mujahidah agama ini. Mereka adalah manusia peradaban pada zamannya. Mereka adalah manusia akhir zaman yang akan mendapatkan goncangan besar. Aku harap mereka menjadi penolong agama hingga titik terakhir kehidupan mereka.
Wahai calon istriku,
Sesungguhnya aku ini lelaki yang mudah berkecenderungan. Ku harap, aku tak dulu mencintaimu hingga betul engkau menjadi halal untukku.
Wahai calon istriku,
Berdoalah agar semoga kita cepat dipertemukan dalam cahaya dan bahagia.
Komentar
Posting Komentar