Jamuan
Kira-kira bagaimana kesibukan dalam menjamu tamu?
Apa kamu pernah merasakan rasanya menjamu tamu?
Saya boleh jadi termasuk ke kebanyakan orang yang senang dijamu. Namun di satu sisi, saya merasa tak nyaman karena melihat kerepotan tuan rumah.
Dalam perenungan ini, terdapat berbagai keterangan jika menyambut tamu merupakan adab seorang muslim. Allah menyertakan malaikat bersama tamu yang berkunjung. Allah juga melapangkan rezeki orang-orang yang menyambung silaturahmi.
Apa kita patut menolak jamuan? Sepertinya tidak. Menolak jamuan boleh jadi malah menyakiti tuan rumah yang telah bersusah payah menyambut. Mereka mengharapkan pahala karena menjaga adab bersaudara.
Lalu bagaimana?
Hemat saya sikap yang tepat yakni menerima dengan senang hati jamuan orang lain. Ekspresikan kebahagiaan kita dengan sikap yang sopan. Adapun makanan yang dihidangkan, makanlah apa yang engkau sukai, tak mencela yang kau tak suka, makanlah tanpa berlebihan.
Setelah semua itu kita jalankan, point penting selanjutnya yakni perlunya kita membalas kebaikan orang lain. Saya jadi ingat sabda Rasulullah SAW yang isinya menjelaskan bahwa balaslah kebaikan dengan kebaikan yang lain, lebih baik atau minimal setimpal.
Point penting selanjutnya lagi yakni menjamu kembali tamu yang datang ke kediaman kita. Dengan berbalas menjamu, semoga terbangun masyarakat yang berbalas budi dan menghormati adab.
Komentar
Posting Komentar