Surat untuk calon istriku (8)
Saat ini kakak perempuanku sedang berusaha untuk pulih pasca operasi persalinan sesar. Saya amat terenyuh dengan perjuangan seorang istri dan ibu untuk suami dan anak-anaknya. Dari melihat kondisi kakak saya itu, saya jadi banyak merenung tentang peran suami dan ayah yang musti dijalankan. Tentang bagaimana nanti saya akan menjadi seorang suami dan ayah.
Saya juga melihat perjuangan kakak ipar saya, suami kakak saya dalam mengurusi segala hal tentang istri dan anaknya. Saya jadi merenung, bisakah saya seperti beliau?
Untuk engkau calon istriku,
Siapapun engkau, dimana pun, bila nanti Allah takdirkan kita bersama kuminta suatu hal. Diantara permintaanku adalah tolong banyak-banyak mengingatkan siapa diriku, siapa rabb-ku, tentang surga dan neraka, tentang peran seorang suami dan ayah di dalam keluarga. Saat itu, secara tak langsung engkau sedang mendidikku, mendidik suami surga untukmu.
Untuk engkau calon istriku,
Apa saatnya nanti bila aku tak memiliki suatu kemampuan engkau akan meninggalkanku? Misalnya karena aku tak sempurna, apakah engkau akan meninggalkanku? Misalnya karena aku kurang ini kurang itu maka engkau akan meninggalkanku?
Sungguh aku tak takut ditinggalkan oleh makhluk, aku takut jika aku tak bisa memperbaiki kesalahan, menutup kekurangan, dan melakukan yang terbaik. Aku takut jika aku tak memenuhi hak Tuhan sehingga Tuhan menggerakkan hatimu meninggalkanku.
Komentar
Posting Komentar