Truk Mimpi

Singkat cerita, saya sedang ingin membangun bisnis. Keinginan ini datang dari berbagai motivasi, setidaknya hadist nabi tentang rizki dan kebutuhan rizki itu sendiri. Secara spesifik, rizki yang saya maksud terkait kebutuhan yang membutuhkan biaya besar, pernikahan. 

Berawal dari mimpi membangun bisnis, rupanya banyak hal yang saya lakukan dan rasakan. Misalnya saja sekitar sebulan hingga dua bulan, saya fokus mengikuti pelatihan bisnis. Saya berasa menjadi mahasiswa kembali yang selama sepekan menikmati beberapa jam mata kuliah tentang bisnis. "Kuliah" itu tidak hanya sehari melainkan dua hari dalam sepekan. Waktu ini belum termasuk agenda pelatihan lain jika saya lolos masuk seleksi.

Saya sangat tertarik dengan aktivitas pelatihan ini. Pertama karena saya baru merasakan begitu intens menjalani pelatihan, dan kedua banyak hal juga yang saya dapatkan di pelatihan ini. Misalnya saja berkenalan dengan orang-orang baru, membangun hubungan, berdiskusi, menceritakan kondisi diri dan bisnisnya, menceritakan target dan mimpinya, hingga tentu saja menjadi rekanan bisnis.

Tidak hanya itu. Pelatihan bisnis membawa saya untuk senantiasa membangun komunikasi dan perilaku bisnis, termasuk mensurvei barang hingga mengecek berbagai tempat dan jenis bisnis yang bagus dijadikan model bisnis.

Bagi sebagian orang, hal-hal seperti itu mungkin saja biasa. Just this not about orang yang sudah "besar" di dalam bisnisnya. Ini tentang mimpi-mimpi yang rupanya membawa pada aktivitas dan hal-hal lain yang menarik.

Komentar