Mencukupkan Pandangan
Suatu waktu seorang sahabat menatap seorang shahabiyah. Ia menatapnya lekat. Kejadian itu terlihat oleh ...
Bagi seorang laki-laki dan perempuan secara umum, mencukupkan pandangan berarti menundukkan pandangan. Ia telah merasa cukup untuk melihat yang halal. Ia telah mengetahui bahwa melihat yang haram akan berdampak buruk bagi kehidupannya.
Melepaskan pandangan memang merupakan kenikmatan. Hanya saja kenikmatan itu bentuknya sesaat. Kita melihat seseorang, lalu senang, setelah itu tak ada yang kita dapatkan, kecuali dosa. Berbeda dengan melihat yang halal. Setelah kita melihatnya, maka kita mendapatkan kebaikan dan pahala.
Mencukupkan pandangan merupakan konsep yang perlu dijalani oleh sesiapa saja.
Komentar
Posting Komentar