Pengalaman pertama nge-driver
Kemarin, 1 November 2017 jadi saat yang menarik untuk saya. Untuk pertama kalinya saya bersikap sebagai driver online. Bagi sebagian orang mungkin hal itu biasa, namun bagi saya, sesuatu yang baru, yang pertamakali, akan menjadi kesan dan pengalaman yang berharga.
Ceritanya, adik sekaligus teman jadi driver online. Sudah sekitar empat atau lima bulan ini ia jadi driver. Ia habiskan sekitar 10 jam untuk menjelajahi jalanan kota Bandung. Dari pengalamannya itu, ia sering bercerita suka-duka nge-driver. Hal yang unik juga, ia jadi sering bercerita tentang hikmah, pelajaran, dan kedewasaan yang ia dapat dari proses mencari penghasilan itu. Terakhir, ia bercerita tentang penghasilan yang didapat dari nge-driver.
Mendengar ceritanya, rupanya saya tertarik untuk jadi driver online. Namun keinginan saya tersendat karena proses pembuatan SIM tak kunjung selesai, terutama saat ujian simulator dan ujian praktek. Alhasil, SIM sebagai salah satu syarat jadi driver belum bisa saya penuhi.
Dalam penantian untuk bisa bergabung nge-driver online, saya ditawari adik saya itu untuk mencoba nge-driver. Awalnya saya mau-tak-mau karena beberapa pertimbangan, misalnya karena saya belum pernah jadi driver online, alias khawatir keliru.
Suatu waktu, tepatnya malam kemarin, ada orderan di aplikasi driver adik saya itu. Lalu ditawarkan ke saya. Awalnya saya ragu untuk mencoba namun rupanya teman saya yang lain (yang sedang mengurus pendaftaran driver online juga) memotivasi saya supaya mencoba. Akhirnya saya beranikan untuk mengambil orderan itu.
Orderan itu dipesan oleh seorang pemuda bernama K****, bertopi dan berjaket kulit. Ia menunggu di Alfamart di jalan Gegerkalong girang. Tujuan yang ia inginkan yaitu ke jalan Lembong. Demikian informasi yang saya dapat mengenai profil penumpang dan tujuan pemberangkatannya.
Komentar
Posting Komentar