Sajak : Rindu
Dulu aku merindukan bulan saat siang dan mentari saat malam, kini siapa lagi yang kurindukan selain engkau, sayang?
Dulu kurindukan keramaian saat sendiri dan ketenangan saat riuh, kini saat ramai dan senyap siapa lagi yang kurindukan selain engkau, cinta?
Dulu aku menantikan jam ngantor saat pagi dan jam pulang saat senja, kini siapa lagi yang kurindukan setiap saat selain engkau, dinda?
Mohon izin merinduimu, sayang, karena rindu ini menyeruak dalam hatiku.
Kutelaah, rupanya cintaku padamu telah dalam sehingga rindu seringkali tak mau diam.
Dulu aku bersajak karena prasangka atau kisah teman yang sedang jatuh cinta, kini aku bersajak untuk wujud engkau yang ada dalam mata dan jiwa.
Dulu aku menanti seperti penantian pada buka puasa di bulan ramadhan, kini penantian untuk bertemu denganmu telah usai.
Mohon izin untuk merinduimu, sayang, karena rindu itu sesak.
Jangan bosan saat kutanya, "kapan pergi?", "kapan pulang", karena rindu dalam hatiku ini dapat tenang saat bertemu dengan wujudmu.
Purwakarta, Selasa, 23 januari 2018 pukul 21.46 WIB
Komentar
Posting Komentar