Kenapa Dulu Tak Segera Menikah?

Bismillah, ini bukan keluhan hanya cerita pengalaman kemarin sebelum nikah.

Sebetulnya keinginan menikah sudah ada sejak tahun 2015. Pada waktu itu saya masuk tingkat 3 di kampus.

Pada waktu itu dorongan untuk memiliki pasangan sudah tumbuh. Mungkin karena faktor internal semisal alamiah atau hormonal. Mungkin juga dipengaruhi faktor eksternal semisal sering membaca buku pernikahan, kajian pranikah, tontonan youtube, diskusi, dan seterusnya. Atau mungkin juga keinginan menikah muncul karena faktor internal dan eksternal yang saling melengkapi.

Subhanallah, dan alhamdulillah, keinginan itu Allah jaga hingga tak terlalu dalam terjerumus kepada kemaksiatan. Semoga Allah mengampuni kemaksiatan yang disengaja atau yang tak disengaja.

Waktu berjalan hingga tahun 2017, keinginan itu semakin besar. Tapi keinginan hanya sebatas keinginan, rasanya sudah mentok karena tidak bisa terpenuhi karena banyak faktor. Faktor itu kalau saya kerucutkan hanya karena satu faktor saja yakni TAKUT.

Takut ga bisa memberi nafkah
Takut ga bisa membimbing istri
Takut salah langkah
Takut menyesal
Takut pandangan negatif orang lain
Takut menghadapi masalah
Takut menghadapi masa depan
Takut karir rusak

Semua tentang takut.

Sungguh kondisi itu membuat tidak nyaman. Bagaimana bisa keinginan menikah akan terwujud dengan mental penakut? Ketakutan membuat seseorang tak melangkah, kalaupun melangkah maka ia melangkah dalam keraguan.

Mental takut ini harus dituntaskan. Karena apa? Karena dorongan menikah yang tak terwujud bisa berakibat fatal. Bukan hanya zina mata, tangan, pikiran, bahkan bisa sampai zina kemaluan. Naudzubillah.

Begitu juga saya dulu, saya berpikir bahwa ketakutan menikah harus dihilangkan. Saya lakukan beberapa hal yang insyaallah manjur untuk mengelola ketakutan.

Berikut cara dalam mengelola ketakutan?

1. Yakinilah bahwa perintah Allah dan Rasulnya selalu benar, Allah akan membantu hambanya ikhlas berjuang karena Allah.

2. Perbanyak ibadah dan tuntutlah ilmu menikah hingga engkau merasa yakin.

3. Berdiskusilah dengan orang kau yang percaya dan dapat menguatkan serta memberimu solusi atas permasalahanmu.

4. Melangkahlah dengan perlahan namun pasti. Tak usah terburu-buru namun juga jangan melambat-lambat.

Hal itu yang insyaallah lakukan dulu sehingga Alhamdulillah Allah mengilhamkan keberanian menikah.

Semoga pada ikhwan, para akhwat segera mendapatkan pendamping hidup. Dikaruniai sakinah, mawaddah, warahmah. Aamiin

Komentar