Puisi Guru : Guru Aku Muridmu

Guru aku muridmu,
Yang bertemu denganmu enam jam setiap hari lima hari dalam seminggu, atau 240 jam dalam setahun.

Guru aku muridmu,
Yang kutahu engkau amat sibuk di pagi hari hingga tak sempat sarapan.

Guru aku muridmu,
Yang kau ajari aku 1+1 = 2. Kudengar angka itu menjadi algoritma yang rumit untuk menciptakan sesuatu.

Guru aku muridmu,
Yang kauajari garis dan warna. Kudengar garis dan warna dapat berwujud lukisan maha indah yang dihargai tinggi oleh pecinta seni bercitarasa tinggi.

Guru aku muridmu,
Yang kau ajari menulis huruf A, B, C, D,
Kudengar huruf2 itu dapat menjadi susunan frasa yang indah dan bernas, manfaat dan berkesenian.

Guru aku muridmu, yang setiap saat kauteladani sikap dan akhlak terhormat. Kudengar sikap dan akhlak itu menjadikan manusia mulia.

Guru,
aku adalah bibit,
Aku adalah tunas,
Aku adalah goresan kuat yang kau buat.

Sanjungan untukmu guruku,
Yang tulus ikhlas mendidik kami,
Yang bersabar mendidik kami,
Yang gigih memperjuangkan kecerdasan bangsa,
Yang gigih mewujudkan peradaban yang mulia.

Guru aku muridmu,
Dari hati terdalamku pada lidahku yang terkadang kelu,
Kupanjatkan terimakasih dan doa untuk kebaikanmu.

Terimakasih guru,
Aku muridmu,
Semoga Allah menyayangimu..

Komentar